“Jangan Takut Nak Allah Bersamamu Ini Misi Yang Mulia ”, Pesan Ayah kepada Relawan Luwu yang Ditahan Israel

Uncategorized76 Dilihat

Jagadnews.id | Luwu – Keluarga Andi Angga Prasadewa (33), relawan kemanusiaan asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, masih menanti kepastian kabar setelah putra mereka dilaporkan ditahan pasukan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza menggunakan kapal Global Sumud Flotilla di perairan Mediterania Timur.

Suasana haru tampak di kediaman keluarga Andi Angga di Desa Buntu Karya, Kecamatan Ponrang Selatan, Selasa malam, 19 Mei 2026.

Keluarga mengaku terakhir kali berkomunikasi dengan Andi Angga pada Minggu malam, 17 Mei 2026, melalui pesan WhatsApp.
Ayah Andi Angga, Andi Hamzah (54), mengatakan dirinya mengetahui kabar penahanan putranya saat hendak menunaikan salat Magrib pada Senin, 18 Mei 2026.

“Waktu itu saya mau salat Magrib. Tiba-tiba anak saya yang kedua menelepon dan bertanya apakah saya sudah tahu kalau Angga ada di Gaza,” kata Andi Hamzah kepada wartawan.

Menurut Andi Hamzah, putranya telah lama aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, baik di dalam maupun luar negeri. Sebelum mengikuti misi ke Gaza, Andi Angga disebut pernah terlibat dalam sejumlah kegiatan sosial di Aceh dan beberapa daerah lainnya.

“Dia memang suka kegiatan kemanusiaan seperti itu. Tahun lalu juga sudah meminta izin kepada keluarga untuk ikut misi ke Gaza,” ujarnya.

Ia mengatakan keluarga selalu mendukung aktivitas kemanusiaan yang dijalani putranya karena dianggap sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

“Siapa orang tua yang tidak mendukung untuk kebaikan. Itu jalan kemanusiaan,” kata Andi Hamzah.

Dalam komunikasi terakhir, Andi Hamzah mengaku sempat memberi pesan agar putranya tetap kuat menjalankan misi tersebut.

“Saya bilang ke dia, jangan takut karena ini misi mulia. Allah bersamamu,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Setelah percakapan itu, komunikasi dengan Andi Angga terputus. Keluarga juga mengaku sejumlah video aktivitas Andi Angga yang sebelumnya dapat diakses melalui telepon seluler kini sudah tidak tersedia lagi.

Meski diliputi rasa cemas dan sedih, keluarga mengaku tetap bangga terhadap langkah yang ditempuh Andi Angga sebagai relawan kemanusiaan.

“Saya sedih, tapi juga bangga karena dia berjalan di jalan kemanusiaan,” ujar Andi Hamzah.
Hingga kini keluarga masih menunggu informasi resmi mengenai kondisi Andi Angga dan berharap pemerintah Indonesia segera mengambil langkah diplomatik untuk membebaskan para relawan yang ditahan dalam misi kemanusiaan tersebut.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *