Srikandi Seorang Tokoh Wanita Ajak Kaum Perempuan Turun Perjuangkan Provinsi Luwu Raya

Uncategorized60 Dilihat

Jagadnews.id | Luwu – Aksi pemekaran Luwu Raya di Kabupaten Luwu terus berlanjut. Kamis, 29 Januari 2026, aksi kembali digelar di perbatasan Desa Bakti dan Kelurahan Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan. Akibatnya, sejumlah kendaraan besar mengalami kemacetan panjang.

Salah satu peserta aksi, Srikandi Luwu Raya Rosmiati Mattayang, mengatakan Provinsi Luwu Raya merupakan harga mati. Provinsi Luwu Raya, kata dia, sudah sepatutnya diperjuangkan.

“Saya minta kaum perempuan untuk sama-sama turun, keluar untuk bersama-sama memperjuangkan Provinsi Luwu Raya,” katanya.

Dia mengajak seluruh warga Kabupaten Luwu, khususnya kaum wanita, untuk sama-sama turun memperjuangkan Luwu Raya. Sebab, kata dia, selama ini ketimpangan pembangunan sudah lama dirasakan masyarakat Luwu.

“Jangan berhenti berjuang. Jangan berpikir bahwa pergerakan ini akan berhenti sampai di sini. Kaum perempuan sudah saatnya kita sama-sama turun. Sudah waktunya kita berdiri di kaki tanah kita sendiri,” tegasnya.

Aksi pemekaran Luwu Raya di jalan terus berlangsung di sejumlah titik di Kabupaten Luwu. Meski hari perlawanan perjuangan Luwu pada 23 Januari 2026 telah usai, namun semangat pergerakan perjuangan Provinsi Luwu Raya terus berlangsung.

Aksi di Kecamatan Ponrang Selatan ini merupakan inisiasi Ormas Silu Raya dan Aliansi Masyarakat Kecamatan Ponrang Selatan. Tuntutan mereka mendesak pembentukan Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah. (*)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *