BPBD Luwu Catat Sekitar 155 Hektare Lahan Terdampak Kebakaran di Kecamatan Bua

Uncategorized11 Dilihat

Jagadnews.id | LUWU – Kebakaran lahan yang terjadi di tiga titik di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, pada Rabu (21/10/2026), menghanguskan area seluas sekitar 155 hektare.

Kebakaran tersebut melanda kawasan pegunungan di Dusun Lengkong, Ulurea, dan Karo, Desa Lengkong, serta Dusun Malenggang, Desa Puty. Api juga membakar lahan bekas pabrik kayu lapis di Desa Barowa.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, Andi Baso Tenriesa, mengatakan kebakaran mulai dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.02 Wita. Hingga malam hari, api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

“Tim gabungan bersama warga masih melakukan pemadaman secara manual untuk mencegah api merambat lebih luas,” demikian laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Luwu.

Berdasarkan data sementara BPBD Luwu, kebakaran di kawasan pegunungan Desa Lengkong diperkirakan mencapai 100 hektare. Sementara itu, area terdampak di Dusun Malenggang, Desa Puty, mencapai sekitar 40 hektare.

Adapun di Desa Barowa, kebakaran melanda lahan bekas pabrik kayu lapis dengan luas area terdampak diperkirakan sekitar 15 hektare.

Dengan demikian, total luas lahan yang terbakar atau terdampak berdasarkan pendataan sementara mencapai sekitar 155 hektare.

BPBD menyebutkan, penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui. Namun, kondisi lahan yang kering dan tiupan angin cukup kencang membuat api cepat merambat ke area sekitarnya.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, sejumlah unsur terlibat, yakni Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Luwu, BPBD Kabupaten Luwu, tim pemadam kebakaran PT BMS, mahasiswa Universitas Andi Djemma Palopo, Pramuka Peduli, aparat desa, serta warga setempat.

Tim gabungan masih berupaya memadamkan titik-titik api secara manual. Petugas juga melakukan koordinasi di lapangan untuk memantau perkembangan kebakaran dan mencegah api meluas ke area lainnya.

BPBD Kabupaten Luwu turut mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak untuk mendukung proses pemadaman, antara lain pompa punggung, pompa jinjing, tangki air portabel, garu dan cangkul api, serta alat pemukul api atau fire flapper..

Selain peralatan pemadaman, petugas membutuhkan kapak pemadam, pakaian pelindung, sepatu bot, helm, kacamata, dan masker untuk menunjang keselamatan personel di lapangan.

Dalam laporan sementara tersebut, BPBD belum mencatat adanya korban jiwa maupun kerusakan bangunan. Pendataan mengenai dampak dan kerugian akibat kebakaran masih dapat berkembang seiring penanganan di lapangan.

Tim gabungan bersama masyarakat masih terus berupaya memadamkan api hingga malam hari, sembari mengantisipasi kemungkinan kebakaran meluas akibat kondisi lahan yang kering dan angin kencang.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *