Buka Bimtek di Bajo, Kadisdik Luwu Dorong Penguatan Kompetensi Kepala Sekolah dan Guru

Uncategorized67 Dilihat

Jagadnews.id | Luwu – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Andi Palanggi menekankan pentingnya penguatan kompetensi kepala sekolah dan guru untuk meningkatkan mutu pendidikan. Menurut dia, kepala sekolah tidak sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi juga harus berperan sebagai pemimpin pembelajaran.

Hal itu disampaikan Andi Palanggi saat membuka Bimbingan Teknis Implementasi PMNI, Literasi dan Numerasi, serta Digitalisasi Pembelajaran melalui BOS Kinerja di SDN 631 Rumaju 2, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, Rabu, 16 September 2026.

Bimtek tersebut diikuti 35 peserta yang terdiri atas kepala sekolah dan guru.

Dalam sambutannya, Andi palanggi mengatakan kepala sekolah harus mampu berada di depan dalam menggerakkan warga sekolah sekaligus memberi contoh dalam pelaksanaan tugas. Ia menyebut setiap pemimpin memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda, mulai dari tegas hingga lebih persuasif.

“Yang terpenting adalah adanya kejelasan dalam memberikan arahan serta kemampuan menggerakkan orang-orang yang dipimpin,” kata Andi palanggi.

Ia juga mendorong keterlibatan guru dalam pengelolaan dan pengembangan sekolah. Menurut dia, kebutuhan dan persoalan sekolah perlu dibahas secara bersama agar program yang disusun sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah.

Hasil pembahasan dan rekomendasi pendidikan, kata dia, selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan intervensi dan menyusun perencanaan sekolah.

Selain kompetensi dan kepemimpinan, Andi palanggi mengingatkan pentingnya kedisiplinan serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Ia menilai hak yang diterima tenaga pendidik harus berjalan seiring dengan pelaksanaan kewajiban secara bertanggung jawab.

Andi palanggi juga mengingatkan kepala sekolah dan guru agar menggunakan media sosial secara bijak. Menurut dia, informasi yang disampaikan melalui media sosial dapat tersebar luas sehingga setiap warga sekolah perlu mempertimbangkan dampak dari setiap unggahan dan menjaga sikap di ruang digital.

Dalam hal kedisiplinan kehadiran, Dinas Pendidikan mendorong pemanfaatan sistem digital untuk memantau kehadiran guru dan tenaga kependidikan di sekolah. Namun, Andi palanggi menegaskan bahwa teknologi tidak dapat menggantikan kesadaran dan tanggung jawab pribadi.

“Alat ini sebenarnya cuma untuk memastikan bahwa kita berada di sekolah. Tetapi walaupun alat ini ada, kalau dari dalam diri kita memang tidak ada kesadaran, tentu tidak akan maksimal,” ujarnya.

Andi palanggi berharap Bimtek tersebut tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta. Ia meminta materi yang diperoleh selama kegiatan diterapkan di sekolah masing-masing sehingga berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru, kepemimpinan kepala sekolah, dan kualitas pembelajaran.

“Peserta harus mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan membawa hasil pembelajaran dari Bimtek untuk diterapkan di sekolah masing-masing,” kata dia.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *