Distribusi BBM ke Luwu Utara–Luwu Timur Terganggu, Pertalite Langka Akibat Penutupan Trans Sulawesi

Uncategorized91 Dilihat

Jagadnews.id | Distribusi BBM ke wilayah Luwu Utara dan Luwu Timur, Sulawesi Selatan, mengalami kendala menyusul tertahannya arus lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi area Desa Marabuana, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, Sabtu (24/1/2026).

Kondisi ini dipicu oleh aksi massa dalam menuntut pembentukan Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya yang menyebabkan kendaraan tidak dapat melintas secara normal.

Dampak keterlambatan distribusi BBM itu mulai dirasakan warga di Luwu Utara.

Rahim, salah seorang warga, mengaku kesulitan mendapatkan BBM jenis Pertalite sejak akses jalan Trans Sulawesi tertutup.

Menurut dia, stok Pertalite di sejumlah SPBU kosong, sehingga masyarakat terpaksa membeli BBM dari penjual eceran dengan harga yang jauh lebih mahal.

“Kalau di SPBU sudah tidak ada. Mau tidak mau kami beli di luar. Saya dapat Pertalite dengan harga Rp 40.000 per liter,” kata Rahim kepada Kompas.com, Minggu (25/1/2026).

Rahim mengatakan, kondisi tersebut sangat memberatkan warga, terutama masyarakat kecil yang menggantungkan aktivitas sehari-hari pada kendaraan bermotor. “Kalau begini terus, susah mau kerja. Ongkos makin mahal, sementara penghasilan tidak bertambah,” ucapnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Usman, warga yang melintas dari Luwu Utara ke Palopo. Dia berharap agar distribusi BBM dapat segera kembali normal. “Kami meminta pemerintah dan pihak terkait segera mencarikan solusi agar pasokan BBM ke wilayah Luwu Utara dan Luwu Timur tidak semakin terganggu,” ujarnya.

 

Pertamina Pastikan Pasokan Tersalurkan

Menanggapi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan komitmennya untuk tetap menyalurkan BBM ke wilayah terdampak, meskipun jalur distribusi utama mengalami hambatan akibat situasi di lapangan.

Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, mengatakan keselamatan masyarakat serta awak mobil tangki menjadi prioritas utama dalam menghadapi situasi tersebut.

“Kami memahami masyarakat sedang menyampaikan aspirasi secara terbuka. Dalam kondisi seperti ini, Pertamina mengedepankan prinsip kehati-hatian agar seluruh pihak tetap aman,” tutur Rum dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas.com, Minggu (25/1/2026).

Rum menjelaskan, meskipun distribusi BBM sempat terhambat, Pertamina terus mengerahkan seluruh potensi yang ada untuk memastikan pasokan energi tetap tersalurkan ke masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas pengertian masyarakat Luwu. Komitmen kami adalah memastikan pasokan energi tetap terjaga agar aktivitas masyarakat tidak terganggu dalam jangka panjang,” jelas Rum. (*)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *