Dukung Industri Tambang, PLN Bangun Jaringan 20 kV Sepanjang 42 Km di Luwu

Uncategorized19 Dilihat

Jagadnews.id | Luwu – PT PLN (Persero) bersama PT Masmindo Dwi Area dan Pemerintah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mematangkan rencana strategis pembangunan jaringan listrik menuju area tambang. Proyek ini ditujukan untuk menopang kebutuhan energi industri sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah sekitar.

 

Manajer PLN UP3 Palopo, Yekti Kurniawan, mengatakan jaringan yang akan dibangun merupakan jaringan tegangan menengah 20 kilovolt (kV) dengan panjang sekitar 42 kilometer. Infrastruktur tersebut dirancang memiliki kapasitas sebesar 23 MVA untuk mendukung operasional pertambangan.

 

“Konstruksi ditargetkan mulai pada Juni 2026 dan rampung pada September 2026,” kata Yekti.

 

Jalur jaringan listrik ini direncanakan melintasi wilayah Sampeang hingga Kadong-Kadong bagian atas, yang dikenal memiliki kondisi geografis berbukit dan akses yang terbatas.

 

Meski proyek ini difokuskan untuk mendukung kebutuhan industri tambang, PLN memastikan pelayanan listrik bagi masyarakat tetap mengandalkan jaringan eksisting yang saat ini dalam kondisi andal.

 

“Pelayanan masyarakat tidak terganggu karena tetap dilayani oleh jaringan yang sudah ada,” ucap Yekti.

 

Yekti menambahkan, rasio elektrifikasi di Kabupaten Luwu terus menunjukkan peningkatan signifikan dan kini telah mencapai 99 persen. Capaian ini menjadi indikator semakin luasnya akses masyarakat terhadap listrik.

 

Namun demikian, pembangunan jaringan di wilayah tersebut tidak lepas dari sejumlah tantangan. Faktor geografis pegunungan, keterbatasan akses, serta kondisi cuaca menjadi kendala utama dalam proses konstruksi.

 

“Kondisi medan yang sulit dan cuaca menjadi tantangan, tetapi hal itu tidak mengurangi komitmen kami untuk terus melistriki hingga ke pelosok,” ujarnya.

 

Terkait kondisi jaringan listrik eksisting di jalur Sampeang–Kadong-Kadong, PLN telah melakukan penataan ulang dengan pengalihan rute (re-route) serta pembangunan jaringan baru guna meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat setempat.

 

Dari sisi keamanan, PLN juga menerapkan standar konstruksi yang ketat, terutama pada jalur yang akan dilalui kendaraan tambang. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penggunaan kabel bawah tanah di titik-titik tertentu.

 

“Penggunaan kabel bawah tanah bertujuan untuk meminimalkan risiko gangguan sekaligus meningkatkan keandalan sistem,” tutur Yekti.

 

Dengan pembangunan ini, diharapkan kebutuhan listrik untuk sektor industri dapat terpenuhi tanpa mengorbankan kualitas layanan bagi masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Luwu.

 

Perkuat Kontribusi Ekonomi Daerah

Bagi PT Masmindo Dwi Area, ketersediaan listrik yang stabil menjadi fondasi penting dalam mempercepat fase produksi. Dengan dukungan energi yang memadai, perusahaan dapat mengoptimalkan kapasitas operasional, meningkatkan output, serta memperkuat kontribusi terhadap perekonomian daerah.

 

Efek berganda (multiplier effect) dari proyek ini juga diperkirakan cukup signifikan, mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan daerah, hingga tumbuhnya sektor-sektor pendukung lainnya.

 

Dengan demikian, pembangunan jaringan listrik ini tidak hanya menjadi proyek infrastruktur semata, tetapi juga bagian dari strategi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Luwu melalui optimalisasi potensi sumber daya alam yang dimiliki.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *