Evaluasi Pokjanal Posyandu, Kurniah Patahudding Dorong Integrasi Layanan Kesehatan di Luwu

Uncategorized53 Dilihat

Jagadnews.id | Luwu,–Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu, Ny. Hj. Kurniah Patahudding, menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor, evaluasi kinerja kader, serta integrasi pelayanan Posyandu dan Puskesmas Pembantu (Pustu). Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Evaluasi Pokjanal Posyandu di Hotel Velue Palopo, Senin (12/10/2026).

Kurniah meminta pemerintah desa dan kecamatan aktif memantau pelaksanaan kegiatan Posyandu, khususnya pelayanan imunisasi. Menurutnya, kehadiran pimpinan wilayah dapat memberikan motivasi kepada masyarakat sekaligus meningkatkan semangat kader dalam memberikan pelayanan.

“Saya berharap setiap kegiatan Posyandu, terutama imunisasi, dapat dipantau oleh pemerintah desa atau kecamatan. Kehadiran kita di tengah masyarakat merupakan bentuk perhatian dan motivasi bagi masyarakat serta para kader,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan Posyandu, termasuk mengidentifikasi kendala terkait sarana dan prasarana, kapasitas sumber daya manusia, serta administrasi pencatatan. Setiap persoalan perlu dibahas bersama untuk menemukan solusi yang tepat.

Kurniah meminta kader Posyandu mencatat berbagai kendala dan aspirasi masyarakat, baik yang berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, sosial, maupun bidang lainnya. Catatan tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi dan diteruskan kepada perangkat daerah terkait untuk ditindaklanjuti.

Menurutnya, koordinasi antara pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten harus berjalan efektif agar persoalan di lapangan dapat segera diketahui dan ditangani. Perencanaan, pelaksanaan, serta pemantauan kegiatan Posyandu juga perlu dilakukan secara gotong royong.

Ia turut mendorong penguatan integrasi layanan primer dengan memastikan Posyandu, Pustu, dan Puskesmas berjalan selaras. Posyandu diharapkan aktif memberikan pelayanan rutin berbasis siklus hidup serta melakukan kunjungan rumah guna memperluas akses pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan koordinasi yang baik, persoalan seperti penurunan angka stunting, peningkatan cakupan imunisasi, serta pemantauan kesehatan ibu dan anak dapat ditangani lebih cepat dan tepat sasaran,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, dr. Rosnawary Basir, menjelaskan bahwa Posyandu merupakan salah satu ujung tombak pelayanan yang dekat dengan masyarakat. Melalui transformasi layanan primer, Posyandu tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga mendukung pemenuhan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) melalui keterlibatan lintas sektor.

Berdasarkan hasil evaluasi Dinas Kesehatan, penerapan enam SPM tersebut belum berjalan secara menyeluruh di seluruh Posyandu di Kabupaten Luwu. Karena itu, diperlukan peningkatan koordinasi dan kapasitas petugas serta kader agar pelaksanaan pelayanan semakin optimal.

Rosnawary juga menekankan pentingnya kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi, sosialisasi, dan promosi kesehatan. Upaya tersebut merupakan bagian dari transformasi layanan primer yang mengedepankan pelayanan promotif dan preventif, terintegrasi, berkesinambungan, serta berorientasi pada siklus hidup manusia.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Bidang I Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu, Nila Sari Dhevy Bijak, serta jajaran terkait. Melalui evaluasi tersebut, diharapkan koordinasi lintas sektor semakin kuat dan pelaksanaan Posyandu Era Baru semakin merata.

Dengan penguatan koordinasi dan integrasi pelayanan, Pemerintah Kabupaten Luwu berharap kualitas pelayanan dasar terus meningkat, sekaligus mendukung upaya percepatan penurunan stunting, peningkatan cakupan imunisasi, serta peningkatan kesehatan ibu dan anak.(*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *