Foto dengan Kapolres Diduga Jadi Andalan Wahyu Cs Lancarkan Aksi PETI di Marinding, AKBP Andrias : Jangan Mudah Terprovokasi

Uncategorized28 Dilihat

Jagadnews.id | BELOPA LUWU – Kapolres Luwu, AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, S.H., S.I.K., M.Si membantah isu yang mengaitkan foto salam komando dirinya dengan dugaan kedekatan khusus seorang yang diduga menjadi dalang terus berlangsungnya aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Marinding, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu.

Foto tersebut disebut-sebut digunakan sebagai foto Display Picture (DP) WhatsApp oleh Wahyu Cs, seorang oknum yang dikaitkan dengan aktivitas tambang ilegal di Marinding. Belopa, Kamis (15/10/2026).

Isu yang beredar di kalangan pelaku PETI di Marinding Bajo Barat, bahwa diduga pelaku yang satu ini tidak bisa diikuti pelaku PETI lainnya. Tak heran sampai detik ini Wahyu CS masih beraktivitas melakukan penambangan emas tanpa izin di Marinding, konon menurut informasi yang didapatkan dari beberapa warga dan para eks pelaku PETI lainnya bahwa diduga Wahyu mendapat restu dari Aparat.

“Tidak bisaki lawan iii saudara karena dia itu sudah konek dengan petugas,” ungkap sumber yang minta identitasnya dirahasiakan.

“Dia (Wahyu-red) selalu bilang kalau sudah aman. Dan bicaranya dia buktikan dengan fotonya dengan pak Kapolres, makanya dia jalan terus (maksudnya menambang-red),” cetus sumber.

Sambung dia, “Buktinya saudara, setiap ada penggerebekan tidak pernah dia disentuh petugas, dia selalu cerita kalau dia itu akrab semua dengan petugas,”.

Sementara itu, Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, memberikan klarifikasi melalui pesan singkat WhatsApp pada Kamis, (15/10) siang, kepada wartawan TNO. Bahwa itu tidaklah benar, ia menjelaskan bahwa hampir semua orang yang datang menemuinya mengambil foto bersama.

“Tidak benar itu. Semua orang yang datang ke saya minta foto juga banyak,” tulisnya singkat.

AKBP Andrias juga meminta agar hal seperti ini agar diluruskan dan masyarakat jangan muda percaya dan terprovokasi.

Untuk diketahui bahwa diduga yang bersangkutan bertujuan membungkam publik agar aksinya berjalan dengan lancar.

Terlepas dari polemik foto tersebut, dugaan masih berlangsungnya aktivitas PETI di Marinding, Kecamatan Bajo Barat, menjadi persoalan yang membutuhkan penelusuran lebih lanjut. Aparat penegak hukum diharapkan dapat memastikan kondisi di lapangan, menindak aktivitas pertambangan ilegal sesuai ketentuan hukum, serta menjelaskan hasil penertiban yang telah dilakukan.

Dugaan adanya pihak yang mengklaim memiliki kedekatan dengan aparat juga perlu ditelusuri secara mendalam apabila ditemukan bukti pendukung. Langkah tersebut penting untuk mencegah berkembangnya isu yang lebih liar mengenai adanya perlakuan berbeda dalam penegakan hukum.

Informasi di atas masih memerlukan verifikasi dan konfirmasi lebih lanjut dari pihak terkait. hingga berita ini tayang, media ini belum berhasil menghubungi nama yang disebut-sebut diduga menjadi dalang aktivitas PETI di Bajo Barat.

TNO akan terus berupaya meminta klarifikasi kepada pihak-pihak terkait dan menelusuri informasi mengenai aktivitas pertambangan emas tanpa izin di wilayah Bajo Barat. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *