Guru SMKN 6 Luwu Kembangkan Sistem Penyiraman Tomat Otomatis Berbasis IoT

Uncategorized51 Dilihat

Jagadnews.id | Luwu – Perkembangan teknologi digital kini semakin dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk dalam bidang pertanian skala rumah tangga. Hal itu ditunjukkan oleh Saipullah, guru ASN di SMKN 6 Luwu, yang mengembangkan sistem penyiraman otomatis tanaman tomat berbasis Internet of Things atau IoT.

Inovasi tersebut merupakan bagian dari penelitian tesis Saipullah pada Program Studi Magister Sistem Komputer, Universitas Handayani Makassar. Melalui penelitian ini, ia berupaya menghadirkan solusi teknologi yang sederhana, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam perawatan tanaman hortikultura.

Sistem penyiraman otomatis ini dirancang untuk membantu tanaman memperoleh air secara lebih terukur sesuai kondisi media tanam. Selain itu, pemantauan kondisi tanaman dan aktivitas penyiraman dapat dilakukan melalui handphone, sehingga proses perawatan menjadi lebih praktis dan efisien.

Penelitian ini dilakukan pada budidaya tanaman tomat dalam polybag di kebun mini milik peneliti yang berada di Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu. Pemilihan kebun mini sebagai lokasi penelitian menjadi bagian penting dari gagasan yang ingin disampaikan, yakni bahwa pemanfaatan teknologi pertanian modern tidak selalu harus dimulai dari lahan besar, tetapi juga dapat diterapkan dari pekarangan rumah.

Saipullah menjelaskan, ide penelitian tersebut berangkat dari kebiasaan penyiraman tanaman yang masih banyak dilakukan secara manual. Menurutnya, penyiraman yang hanya berdasarkan perkiraan sering kali membuat penggunaan air kurang efisien karena tidak selalu sesuai dengan kebutuhan tanaman.

“Teknologi IoT memungkinkan proses perawatan tanaman dilakukan secara lebih adaptif dan berbasis data. Dengan cara ini, penyiraman tidak lagi hanya bergantung pada perkiraan, tetapi dapat disesuaikan dengan kondisi tanaman,” ujar Saipullah.

Menurutnya, penerapan teknologi dalam pertanian rumah tangga dapat membantu masyarakat memanfaatkan air secara lebih bijak. Selain itu, sistem seperti ini juga dapat memudahkan perawatan tanaman bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu untuk memantau kebun secara langsung.

Ia menilai, IoT bukan hanya teknologi yang identik dengan industri besar, tetapi juga dapat menjadi bagian dari solusi sehari-hari. Dalam konteks budidaya tanaman, teknologi tersebut dapat membantu masyarakat merawat tanaman dengan lebih mudah, efisien, dan terukur.

Saipullah menyampaikan apresiasi kepada para pembimbing dan Ketua Program Studi atas arahan yang diberikan selama proses penelitian. Ia juga menilai, lingkungan akademik di Universitas Handayani Makassar turut mendukung mahasiswa dalam mengembangkan gagasan dan menyelesaikan penelitian secara terarah.

Ke depan, Saipullah berharap inovasi serupa dapat terus dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya bagi warga yang memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran atau tanaman hortikultura.

“Saya ingin menunjukkan bahwa teknologi tidak selalu jauh dari kehidupan masyarakat. Dari kebun kecil di rumah, kita bisa mulai belajar bahwa inovasi dapat hadir untuk membantu pekerjaan sederhana menjadi lebih mudah, hemat, dan terukur,” pungkasnya. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *