HUT ke-21, RSUD Batara Guru Tingkatkan Kapasitas dan Mutu Pelayanan Kesehatan

Uncategorized29 Dilihat

Jagadnews.id | Memasuki usia ke-21 tahun, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Guru Belopa, Kabupaten Luwu, terus menunjukkan perkembangan dalam peningkatan sarana dan prasarana, kapasitas pelayanan, serta mutu layanan kesehatan bagi masyarakat.

Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 RSUD Batara Guru tahun ini ditandai dengan diresmikannya layanan Computed Tomography (CT) Scan oleh Bupati Luwu H. Patahudding, Senin (28/9/2026).

Peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu, Ketua DPRD Kabupaten Luwu Ahmad Gazali, Direktur RSUD Batara Guru dr. Daud Mustakim, serta jajaran pemerintah daerah dan tenaga kesehatan.

Pengoperasian CT Scan menjadi salah satu langkah penting RSUD Batara Guru dalam memperkuat layanan diagnostik. Sebelumnya, fasilitas tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan daya listrik.

Dengan beroperasinya CT Scan secara maksimal, pemeriksaan bagian dalam tubuh pasien dapat dilakukan menggunakan teknologi pencitraan yang lebih cepat dan mendukung dokter dalam menentukan diagnosis maupun tindakan medis.

Direktur RSUD Batara Guru dr. Daud Mustakim mengatakan, kehadiran CT Scan merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Dengan fasilitas ini, diharapkan proses pemeriksaan dan penegakan diagnosis dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat, sehingga masyarakat Kabupaten Luwu tidak perlu mencari layanan tersebut ke daerah lain,” ujar Daud.

Menurutnya, memasuki usia ke-21 tahun, RSUD Batara Guru terus melakukan pembenahan, baik dari sisi fasilitas maupun peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.

Rumah sakit, kata dia, berkomitmen memberikan pelayanan yang profesional, aman, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Luwu H. Patahudding mengatakan, pengoperasian CT Scan merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Luwu meningkatkan kualitas sekaligus akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat membantu tenaga medis dalam melakukan pemeriksaan dan penegakan diagnosis secara lebih cepat dan tepat, sehingga masyarakat tidak selalu harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan layanan pemeriksaan tertentu,” katanya.

H. Patahudding berharap momentum HUT ke-21 dapat menjadi kesempatan bagi RSUD Batara Guru untuk terus melakukan pembenahan, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun peningkatan kompetensi serta kualitas pelayanan tenaga kesehatan.

“Kemajuan rumah sakit harus selalu diikuti dengan pelayanan yang ramah, cepat, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Selama lebih dari dua dekade beroperasi, RSUD Batara Guru Belopa terus melakukan pengembangan.

Peningkatan tidak hanya dilakukan pada aspek pelayanan, tetapi juga melalui penambahan fasilitas dan kapasitas rumah sakit.

Di bawah kepemimpinan dr. Daud Mustakim yang telah menjabat sebagai Direktur RSUD Batara Guru selama sekitar tujuh tahun, kapasitas tempat tidur pasien mengalami peningkatan signifikan.

Saat ini, kapasitas tempat tidur pasien telah meningkat menjadi 285 tempat tidur, dari sebelumnya sekitar 150 tempat tidur.

Peningkatan kapasitas tersebut juga dibarengi dengan perhatian terhadap kenyamanan pasien.

Selain menjaga kebersihan lingkungan rumah sakit, seluruh kamar perawatan pasien kini telah dilengkapi pendingin ruangan atau AC. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan suasana yang lebih nyaman bagi pasien selama menjalani perawatan.

RSUD Batara Guru juga terus mengembangkan berbagai layanan kesehatan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan medis. Saat ini, rumah sakit telah memiliki fasilitas hemodialisis atau layanan cuci darah serta Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) untuk menangani pasien dengan gangguan atau penyakit jantung yang membutuhkan pemantauan intensif.

Tidak hanya itu, fasilitas untuk tindakan intervensi jantung, termasuk prosedur pemasangan ring jantung, juga telah tersedia.

Layanan tersebut saat ini tinggal menunggu proses perizinan sebelum dapat dioperasikan secara penuh. Sementara tenaga dokter yang akan menangani layanan tersebut telah disiapkan.

Penguatan pelayanan juga ditunjang dengan kemampuan RSUD Batara Guru memproduksi oksigen secara mandiri.

Rumah sakit tersebut memiliki dua mesin produksi oksigen yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan medis. Keberadaan fasilitas ini membuat ketersediaan oksigen bagi pasien dapat lebih terjamin.

Perkembangan RSUD Batara Guru Belopa juga terlihat dari sisi pengelolaan dan pendapatan rumah sakit.

Saat awal dr. Daud Mustakim menjabat sebagai direktur, pendapatan rumah sakit berada di kisaran Rp45 miliar.

Dalam perkembangannya, angka tersebut meningkat hingga sekitar Rp120 miliar per tahun sejak dua tahun terakhir.

Peningkatan kapasitas dan mutu pelayanan tersebut turut mengantarkan RSUD Batara Guru Belopa meraih akreditasi paripurna bintang lima dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).

Selain capaian akreditasi, inovasi pelayanan RSUD Batara Guru juga mendapat pengakuan di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Rumah sakit tersebut masuk dalam Top 30 inovasi pelayanan publik tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Perkembangan RSUD Batara Guru tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Luwu.

Rumah sakit tersebut juga menjadi salah satu tujuan rujukan pasien dari sejumlah daerah di kawasan Luwu Raya dan sekitarnya, termasuk Kabupaten Wajo, Luwu Utara, Luwu Timur, serta Kota Palopo.

Dari sisi sumber daya manusia, RSUD Batara Guru saat ini memiliki 83 dokter, terdiri dari 38 dokter spesialis dan 45 dokter umum.

Salah satu layanan yang menjadi bagian penting dari pelayanan RSUD Batara Guru adalah kesehatan jiwa.

Rumah sakit ini memiliki kapasitas perawatan pasien jiwa yang cukup besar dan melayani pasien bukan hanya dari Kabupaten Luwu, tetapi juga dari sejumlah daerah di sekitar Luwu Raya.

Untuk pasien perawatan jiwa, pasiennya itu bukan cuma dari Kabupaten Luwu saja, tapi juga dari Kabupaten Luwu Timur, Luwu Utara, Palopo dan dari Kabupaten Wajo.

Saat ini, sekitar 100 pasien menjalani perawatan inap untuk mendapatkan pelayanan kesehatan jiwa di RSUD Batara Guru Belopa.

Perjalanan RSUD Batara Guru selama lebih dari dua dekade juga tidak terlepas dari penguatan tata kelola rumah sakit melalui pola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Pengelolaan BLUD yang telah berjalan selama bertahun-tahun membuat RSUD Batara Guru kerap menjadi lokasi study tiru bagi sejumlah rumah sakit umum daerah di Provinsi Sulawesi Selatan.

Pengalaman dalam menjalankan tata kelola BLUD tersebut menjadikan RSUD Batara Guru sebagai salah satu rumah sakit yang menjadi rujukan pembelajaran bagi sejumlah pemerintah daerah dan rumah sakit daerah di Sulawesi Selatan.

Berbagai perkembangan tersebut tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Luwu, jajaran manajemen, dokter, tenaga kesehatan, serta seluruh pegawai RSUD Batara Guru Belopa.

Memasuki usia ke-21 tahun, RSUD Batara Guru terus diarahkan untuk tidak sekadar menjadi rumah sakit rujukan, tetapi juga berkembang sebagai pusat pelayanan kesehatan yang mampu menghadirkan layanan semakin lengkap, cepat, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Luwu maupun daerah sekitarnya.

Perjalanan selama lebih dari dua dekade menjadi bagian dari upaya RSUD Batara Guru Belopa dalam membangun dan mempertahankan kepercayaan masyarakat melalui peningkatan fasilitas, penguatan sumber daya manusia, inovasi, serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *