MAPALA UNANDA Ajak Generasi Muda Peduli Lingkungan Lewat Seminar Mitigasi Banjir

Uncategorized40 Dilihat

Jagadnews.id | PALOPO — Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Andi Djemma (MAPALA UNANDA) menggelar pembukaan Milad ke-16 tahun yang dirangkaikan dengan seminar lingkungan di Aula Sakotae, Kota Palopo, Minggu, (11/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan generasi muda terhadap persoalan lingkungan dan ancaman bencana hidrometeorologi, khususnya banjir.

Kegiatan yang mengusung tema “Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi: Memanfaatkan Momentum Kemarau untuk Mitigasi Banjir Berkelanjutan di Kota Palopo” tersebut diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan mahasiswa, organisasi pecinta alam, siswa SMA sederajat, serta berbagai lembaga dan organisasi di Kota Palopo.

Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan Milad ke-16 tahun MAPALA UNANDA, seminar lingkungan, serta diskusi mengenai upaya mitigasi banjir. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh pemahaman mengenai pentingnya langkah pencegahan bencana sejak dini.

Ketua Umum MAPALA UNANDA, Fadly Fauzan Hamris, mengatakan bahwa pada kegiatan MILAD itu adalah momentum untuk merefleksikan perjalanan dan merancang masa depan organisasi lebih baik lagi kedepannya. Juga mengatakan bahwa organisasi pecinta alam memiliki peran strategis dalam mengawal isu lingkungan, termasuk mendorong upaya pencegahan banjir di Kota Palopo.

Menurutnya, musim kemarau perlu dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan langkah-langkah mitigasi sebelum memasuki musim hujan.

“MAPALA UNANDA telah 16 tahun konsisten menjaga lingkungan. Tema seminar kali ini sangat relevan karena mitigasi banjir tidak bisa hanya dilakukan saat hujan turun. Persiapannya harus dimulai sejak sekarang, saat musim kemarau, melalui upaya menjaga daerah resapan air dan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Ergi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi atas perjalanan 16 tahun pengabdian MAPALA UNANDA sekaligus ruang diskusi untuk merespons persoalan banjir yang kerap menjadi ancaman di Kota Palopo.

Ia berharap seminar tersebut tidak hanya menjadi forum pertukaran gagasan, tetapi juga menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah dan masyarakat dalam upaya mengurangi risiko banjir.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber, yakni Aqzayunarsih, S.Si., M.Pd., yang disebut sebagai perwakilan penyuluh lingkungan hidup ahli pertama, serta Andi Farid Baso Rachim, A.P., M.M., selaku Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palopo.

Kehadiran kedua narasumber diharapkan dapat memperkaya wawasan peserta mengenai pengelolaan lingkungan, kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi, serta langkah-langkah mitigasi banjir yang dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Selain menjadi wadah edukasi dan mempererat silaturahmi antarmahasiswa, organisasi pecinta alam, dan berbagai lembaga di Kota Palopo, kegiatan ini juga diharapkan mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi risiko bencana.

Rangkaian acara berlangsung sesuai agenda, diawali dengan pembukaan Milad ke-16 tahun MAPALA UNANDA dan dilanjutkan dengan seminar, diskusi, serta sesi tanya jawab bersama peserta.

Melalui peringatan Milad ke-16 ini, MAPALA UNANDA menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Panitia berharap gagasan yang muncul dalam seminar tersebut dapat ditindaklanjuti melalui aksi nyata di lapangan guna mendukung terwujudnya mitigasi banjir berkelanjutan di Kota Palopo.

(Tim redaksi)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *