MDA Bersama BPBD Kabupaten Luwu dan Instansi Terkait Perkuat Mitigasi serta Antisipasi Karhutla di Kabupaten Luwu

Ragam, Uncategorized39 Dilihat

Jagadnews.id | Luwu – PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Luwu, beserta instansi terkait memperkuat koordinasi dalam upaya mitigasi dan antisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Luwu, terutama di sekitar wilayah operasional MDA.

Dalam rapat koordinasi tersebut, MDA memaparkan pemetaan awal sejumlah titik rawan karhutla, khususnya di sekitar area operasional lokasi perusahaan. Selain itu, pemetaan juga mencakup titik-titik sumber air yang terjangkau untuk mengatasi karhutla. Pemetaan tersebut menjadi langkah awal untuk melihat potensi risiko sekaligus kesiapan sumber daya yang tersedia. Selanjutnya, koordinasi dengan berbagai unsur terkait akan terus diperkuat guna mendukung kesiapsiagaan penanganan karhutla di Kabupaten Luwu.

Kepala BPBD Kabupaten Luwu, Andi Baso Tenriesa, mengapresiasi inisiatif MDA dalam mendorong upaya mitigasi dan kesiapsiagaan karhutla. Menurutnya, penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, TNI–Polri, Damkar, hingga masyarakat.

“Mitigasi dan penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan koordinasi dan kesiapsiagaan dari seluruh unsur agar apabila terjadi kebakaran dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” ujar Andi Baso.

Selain pemetaan wilayah rawan, pembahasan juga mencakup kesiapan personel dan peralatan, penguatan koordinasi lintas pihak, serta kebutuhan pembentukan posko kesiapsiagaan yang berada dekat dengan lokasi rawan karhutla. Posko induk diperlukan sebagai pusat koordinasi, mengingat kondisi geografis dan jarak antar-lokasi di Kabupaten Luwu, terutama wilayah Kecamatan Latimojong.

Dari sisi pencegahan, para pihak menilai pentingnya penguatan sosialisasi kepada masyarakat mengenai potensi musim kemarau panjang, risiko karhutla, serta langkah-langkah pencegahannya. Sosialisasi dapat dilakukan melalui pemasangan spanduk di sejumlah lokasi strategis, serta penyebaran selebaran dan video animasi singkat melalui media sosial.

Sebagai tindak lanjut, para pihak menyarankan diagendakannya Apel Siaga bersama BPBD, Damkar, TNI–Polri, dan unsur terkait lainnya. Dalam kegiatan tersebut, juga akan dilaksanakan simulasi penanganan karhutla untuk memastikan kesiapan personel serta koordinasi di lapangan dalam menangani karhutla.

BPBD Luwu juga akan mendorong aktivasi peran relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang sudah terbentuk di beberapa desa. Peran relawan Destana ini menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan berbasis masyarakat. Keberadaan relawan Destana diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan dan respons awal terhadap potensi karhutla di wilayah desa.

Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, menyatakan MDA siap mendukung langkah tersebut sesuai dengan sumber daya dan kapasitas yang dimiliki perusahaan. Salah satu dukungan yang disiapkan adalah pengadaan peralatan tangan pemadam kebakaran guna mendukung penanganan awal di lapangan.

“Langkah ini merupakan bentuk dukungan kepada para pemangku kepentingan, serta upaya MDA untuk turut menjaga Kabupaten Luwu sebagai ruang hidup bersama masyarakat Kabupaten Luwu,” tegas Mustafa.

Melalui langkah tersebut, MDA, BPBD, Damkar, beserta unsur terkait diharapkan dapat membangun kesiapsiagaan yang lebih terintegrasi  mulai dari pemetaan wilayah rawan, penguatan peralatan dan sumber daya, edukasi masyarakat, hingga simulasi penanganan di lapangan. Diharapkan, sinergi antara MDA dan unsur lainnya menjadi langkah bersama dalam menjaga lingkungan agar tetap terjaga dan lestari di Kabupaten Luwu. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *