Pos KJM PT Masmindo di Saronda Jadi Garda Aspirasi Warga, Keluhan Ditindak Maksimal 24 Jam

Uncategorized38 Dilihat

Jagadnews.id | Luwu – Kehadiran Pos 1 Kader Jaga Mobilisasi (KJM) PT Masmindo Dwi Area (MDA) di Desa Saronda, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, membuktikan perannya pasca diluncurkan. Berada di kawasan ring satu operasional perusahaan, KJM hadir tidak hanya untuk mengawasi aktivitas kelancaran arus kendaraan operasional, tetapi juga menjadi jembatan responsif atas berbagai aspirasi masyarakat setempat.

Dari pantauan awak media, satu pos KJM akan dijaga oleh empat orang kader. Mereka akan saling bergantian memotret kendaraan perusahaan yang lewat lalu melakukan pencatatan. Mereka bertindak sebagai garda terdepan dalam memantau dan mencatat seluruh aktivitas kendaraan perusahaan yang melintas.

Koordinator Pos 1 KJM, Muh Aris, mengungkapkan sistem pencatatan tersebut kemudian dikoordinasikan secara berkala dengan pos-pos penjagaan selanjutnya, yakni Pos 2 dan Pos 3. itu dilakukan guna memastikan keteraturan lalu lintas di sepanjang rute operasional.

Selain aspek pengawasan armada, peran vital lain yang dijalankan Pos KJM adalah menjadi pusat penyerapan dan penanganan aduan masyarakat sekitar.

“Termasuk juga menerima aduan warga. Dan itu kita lakukan pencatatan kemudian dieskalasi ke perusahaan,” ujar Muh Aris saat ditemui di Pos 1 KJM Desa Saronda, Selasa (4/8/2026) siang.

Aris menjelaskan, standar operasional prosedur (SOP) penanganan keluhan warga berjalan sangat cepat. Seluruh laporan yang masuk ke Pos KJM langsung diteruskan ke tim internal perusahaan melalui grup komunikasi khusus (WhatsApp) untuk segera ditindaklanjuti.

“SOP penanganannya kita langsung melaporkan, karena memang ada grup keluhan, dan itu langsung ditangani. Setelah keluhan masuk, kita langsung sampaikan. Paling lambat 24 jam itu sudah langsung dieksekusi,” tegasnya.

Beberapa respons cepat yang telah direalisasikan perusahaan dalam satu bulan terakhir di antaranya penanganan debu jalan dengan meningkatkan frekuensi penyiraman, perbaikan cepat terhadap pipa air warga yang bocor, hingga pemasangan spanduk imbauan batas kecepatan di sepanjang pemukiman warga untuk merespons keluhan terkait laju kendaraan pegawai.

Langkah cepat dan transparan ini, kata Aris, mendapat sambutan hangat dari warga Desa Saronda dan sekitarnya. Terlebih, operasional Pos 1 KJM juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para anggota KJM yang bertugas dalam tiga shift jaga dengan total 12 personel, pihaknya sengaja merangkul dan memberdayakan warung-warung makan milik warga yang ada di sekitar lokasi pos.

“Kehadiran pos sejauh ini satu bulan berjalan, respon warga juga cukup baik. Karena kebutuhan pos termasuk konsumsi, kita berdayakan warung-warung UMKM yang ada di dekat sini. Kebutuhan makan untuk anggota di tiga shift jaga ada 12 orang,” tambah Aris.

Sinergi yang terbangun di Pos 1 KJM Desa Saronda ini menjadi bukti nyata komitmen PT Masmindo Dwi Area dalam menerapkan tata kelola pertambangan yang berkelanjutan (sustainable mining). Dengan mendengarkan aspirasi warga serta melibatkan ekonomi lokal, perusahaan terus memperkuat hubungan yang harmonis bersama masyarakat di wilayah lingkar tambang.

Diketahui, KJM merupakan bagian dari Forum Desa (Fordes) Matappa yang diluncurkan PT Masmindo tepat saat HUT ke-76 Kabupaten Luwu, Sabtu (11/7/2026).

Ini menjadi wadah kolaborasi yang melibatkan sekitar 300 perwakilan masyarakat dari 21 desa dan kelurahan di wilayah lingkar tambang, Kecamatan Latimojong, Luwu.

Program tersebut diperkenalkan sebagai ruang dialog yang menjembatani komunikasi antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan.

Sekaligus memastikan setiap aspirasi yang berkembang di wilayah operasional dapat tersalurkan secara terbuka dan terstruktur.

Fordes Matappa mengusung tiga pilar utama, yakni Jaga Desa, Jaga Masa Depan Desa, dan Jaga Keselamatan Desa.

Ketiga program itu dirancang untuk memperkuat stabilitas sosial, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta mendorong pembangunan yang selaras dengan prinsip keberlanjutan.

Wakil Bupati Luwu, Muh Dhevy Bijak Pawindu, mengapresiasi langkah PT Masmindo yang dinilai menghadirkan ruang partisipasi bagi masyarakat di kawasan lingkar tambang.

Menurutnya, forum tersebut menjadi media yang efektif untuk menyerap berbagai aspirasi, mulai dari kebutuhan hingga persoalan yang dihadapi masyarakat di 21 desa dan kelurahan yang tergabung di dalamnya.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada PT Masmindo yang begitu luar biasa memikirkan kebutuhan masyarakat di wilayah lingkar tambang. FORDES MATAPPA menjadi wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat sehingga apa yang menjadi keluhan maupun harapan mereka dapat ditindaklanjuti bersama,” ujarnya dihadapan Forkopimda dan pihak perusahaan.

Dhevy berharap forum tersebut tidak berhenti sebagai program seremonial, tetapi benar-benar menjadi instrumen yang bekerja di tengah masyarakat.

Ia juga meminta para pengurus yang telah dikukuhkan mampu menjadi garda terdepan dalam menampung aspirasi warga di wilayah masing-masing. Sekaligus menjalankan tiga pilar program yang telah disusun.

“Program Jaga Desa, Jaga Masa Depan Desa, dan Jaga Keselamatan Desa harus benar-benar dijalankan. Ini juga membantu meringankan tugas pemerintah maupun aparat dalam menjaga kondusivitas wilayah. Kami melihat PT Masmindo terus menjaga silaturahmi dengan pemerintah dan masyarakat,” pintanya. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *