PT BMS Turunkan Armada Water Tank dan Ambulans untuk Tangani Karhutla di Luwu

Uncategorized43 Dilihat

Jagadnews.id |  LUWU – PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) mengerahkan armada water tank berkapasitas 10.000 liter dan ambulans untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Dukungan tersebut membantu petugas memobilisasi pasokan air hingga ke titik api di kawasan perbukitan yang sulit dijangkau.

Penanganan karhutla dilakukan secara bergotong royong dengan melibatkan personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Luwu, TNI, Polri, SAR Pramuka Peduli, pemerintah kecamatan dan desa, masyarakat setempat, serta tim pemadam dari PT BMS.

Supervisor K3 PT BMS, Filham, mengatakan pengerahan armada dan personel merupakan bentuk dukungan perusahaan untuk membantu mempercepat upaya pemadaman kebakaran di wilayah Kecamatan Bua.

“Kami menurunkan armada dan personel untuk terlibat dalam memadamkan api di lokasi kebakaran,” kata Filham, Rabu (21/10/2026).

Filham menjelaskan, salah satu dukungan utama PT BMS adalah mengoperasikan armada water tank berkapasitas 10.000 liter untuk menyuplai air ke armada Damkar Kabupaten Luwu. Pasokan air tersebut digunakan untuk penyiraman dan pemadaman titik api di kawasan perbukitan.

Menurut dia, dukungan pasokan air menjadi bagian penting dalam proses pemadaman, terutama karena petugas menghadapi medan yang sulit dan keterbatasan akses menuju lokasi kebakaran.

“Alhamdulillah, selang air bisa sampai di titik api dan pemadaman dapat dilakukan,” ujarnya.

Selain mengerahkan armada pemasok air, PT BMS juga menyiagakan ambulans untuk membantu penanganan dan evakuasi apabila terdapat korban yang mengalami gangguan akibat paparan asap di lokasi kebakaran.

Keterlibatan PT BMS tersebut turut mendukung upaya petugas dalam menjangkau titik api yang sebelumnya sulit diakses menggunakan kendaraan pemadam. Dengan tersedianya pasokan air dan dukungan peralatan, proses pemadaman dapat dilakukan melalui penyiraman menggunakan selang yang diarahkan ke area kebakaran.

Komandan Regu Pemadam Kebakaran Kabupaten Luwu, Hardi, mengatakan sebagian personel masih melakukan pemadaman secara manual di kawasan perbukitan. Namun, pada hari ketiga penanganan, petugas mulai dapat memanfaatkan jalur alternatif untuk mendekati lokasi kebakaran.

Dalam upaya tersebut, satu unit armada Damkar Kabupaten Luwu dikerahkan bersama satu unit armada dari PT BMS melalui Fire Department perusahaan.

“Upaya pemadaman tersebut, satu unit armada dari Damkar Kabupaten Luwu dikerahkan bersama satu unit armada dari PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) melalui Fire Department perusahaan,” ujar Hardi.

Hardi menambahkan, perubahan akses menuju lokasi menjadi salah satu perkembangan penting dalam penanganan karhutla. Pada hari pertama dan kedua, keterbatasan akses menjadi kendala bagi petugas untuk menjangkau titik api. Memasuki hari ketiga, jalur alternatif mulai dapat dilalui armada pemadam.

“Untuk akses ke titik, rute lainnya sudah bisa diakses oleh unit kami. Berbeda dengan lokasi hari pertama dan hari kedua. Karena pada hari ketiga ini, unit kami sudah bisa masuk melalui akses ke rute lainnya,” katanya.

Terbukanya akses tersebut memungkinkan armada mendekati lokasi kebakaran dan membantu penyaluran air melalui selang. Dukungan armada water tank PT BMS juga membantu memenuhi kebutuhan air selama proses pemadaman berlangsung.

Meski demikian, tantangan di lapangan belum sepenuhnya teratasi. Medan perbukitan yang curam dan sulit dijangkau kendaraan membuat sebagian personel masih harus melakukan pemadaman secara manual.

Petugas gabungan terus berupaya mengendalikan titik-titik api yang tersisa sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan lain. Pemantauan tetap diperlukan untuk memastikan seluruh titik kebakaran dapat ditangani dan kondisi di lokasi berangsur aman.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *