Rumah Tua Beratap Daun Sagu, Anita dan Tiga Anaknya di Luwu Berharap Hunian Layak

Uncategorized52 Dilihat

LUWU | JAGADNEWS.ID – Di sebuah rumah kayu tua beratap daun sagu di Dusun Larewa, Kecamatan Suli Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Anita (34) bersama ketiga anaknya bertahan di tengah keterbatasan. Kondisi rumah yang kian memprihatinkan membuatnya berharap mendapat perhatian pemerintah agar keluarganya dapat tinggal di hunian yang lebih layak dan aman.

Rumah yang telah berdiri selama puluhan tahun itu dibangun menggunakan material kayu sederhana. Seiring berjalannya waktu, sejumlah bagian bangunan mulai mengalami kerusakan. Atap daun sagu yang lapuk dan bocor membuat air hujan mudah masuk ke dalam rumah.

Kondisi tersebut menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Anita, terutama ketika hujan turun. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung bagi keluarga itu kini tak lagi memberikan perlindungan secara maksimal.

Di tengah kondisi tersebut, Anita mengaku kecewa karena sejumlah orang yang datang melihat kondisi rumahnya belum memberikan hasil nyata seperti yang diharapkannya.

Ia mengatakan, beberapa orang telah mendatangi rumahnya untuk melihat sekaligus mengambil foto kondisi bangunan. Namun, hingga kini, ia masih menunggu tindak lanjut yang dapat membantu keluarganya keluar dari kondisi tersebut.

Bagi Anita, kunjungan itu akan lebih berarti apabila diikuti langkah konkret untuk mencarikan solusi bagi keluarganya.

“Harapan saya, ada perhatian dan bantuan supaya rumah kami bisa lebih layak untuk ditempati bersama anak-anak,” demikian harapan Anita.

Selain kondisi rumah yang memprihatinkan, Anita juga mengungkapkan bahwa keluarganya pernah menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada tahun sebelumnya. Ia juga mengaku pernah menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah desa sebanyak satu kali.

Namun, menurut Anita, bantuan tersebut kini tidak lagi diterimanya. Kondisi itu membuatnya berharap pemerintah melakukan pengecekan kembali terhadap status keluarganya sebagai penerima bantuan sosial sesuai ketentuan yang berlaku.

Kondisi yang dialaminya menjadi gambaran persoalan yang dihadapi keluarga dengan keterbatasan ekonomi, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar berupa tempat tinggal yang aman dan layak.

Karena itu, perhatian pemerintah desa, pemerintah Kabupaten Luwu, serta instansi terkait diharapkan tidak hanya sebatas pendataan atau kunjungan lapangan. Verifikasi kondisi rumah dan keadaan sosial ekonomi keluarga diperlukan agar kemungkinan bantuan dapat ditindaklanjuti sesuai program dan persyaratan yang tersedia.

Bagi Anita, rumah yang aman untuk dirinya dan ketiga anaknya merupakan harapan sederhana. Ia ingin keluarganya dapat beristirahat dengan tenang tanpa dihantui kekhawatiran ketika hujan turun.

Kini, ia masih menanti kepedulian dan langkah nyata dari pihak terkait agar harapan untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak tidak terus menjadi penantian panjang.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *