Tangki Modifikasi Jadi Polemik Pemberitaan, SPBU Lare-Lare Minta Kendaraan Ditunjukkan

Uncategorized56 Dilihat

Jagadnews.id |  BUA LUWU – Manajemen SPBU 75.919.26 Lare-Lare, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, menyayangkan pemberitaan salah satu media online yang menuding adanya dugaan kerja sama antara pihak SPBU dan pelangsir yang menggunakan kendaraan dengan tangki modifikasi untuk mendapatkan BBM bersubsidi.

Melalui Fail Mahfud, Pengawas SPBU Lare-Lare, pihaknya membantah tudingan tersebut dan meminta agar dugaan pelanggaran yang diberitakan dapat ditunjukkan secara jelas, sehingga bisa ditindaklanjuti berdasarkan fakta di lapangan.

Fail mengungkapkan, pihak SPBU telah berupaya membangun komunikasi dengan pihak media yang menerbitkan pemberitaan tersebut melalui perantara. Namun, menurutnya, upaya itu belum membuahkan hasil untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai dugaan yang disampaikan.

“Kami sudah berupaya membangun komunikasi melalui perantara. Namun, yang bersangkutan hanya berpesan bahwa sumber informasinya dijaga,” ungkap Fail saat ditemui di SPBU Lare-Lare, Kamis (22/10/2026).

Ia menyayangkan pemberitaan yang dinilainya belum memberikan ruang klarifikasi secara memadai kepada pihak SPBU. Menurut Fail, media maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebagai bagian dari kontrol sosial seharusnya turut mendorong penyelesaian persoalan berdasarkan fakta dan informasi yang dapat ditindaklanjuti.

Fail menegaskan, pihak SPBU tidak keberatan apabila terdapat laporan atau temuan mengenai dugaan penyimpangan dalam penyaluran BBM bersubsidi. Namun, ia meminta agar kendaraan yang diduga menggunakan tangki modifikasi tersebut dapat diidentifikasi atau ditunjukkan kepada pihak SPBU.

“Yang diberitakan itu bahwa kami dari SPBU bekerja sama dengan pelangsir yang menggunakan kendaraan dengan tangki modifikasi. Olehnya itu, kami sangat mengharapkan kerja samanya untuk menunjukkan kendaraan yang dimaksud agar kami tidak melayani yang seperti itu,” tegasnya.

Menurut Fail, informasi yang jelas akan membantu pihak SPBU melakukan pemeriksaan sekaligus mengambil langkah yang diperlukan apabila ditemukan pelanggaran dalam penyaluran BBM bersubsidi.

Ia juga menegaskan bahwa pihak SPBU terbuka terhadap kritik, laporan masyarakat, maupun pengawasan dari media dan lembaga sosial kontrol. Jika ditemukan pihak yang terbukti melakukan pelanggaran, manajemen SPBU menyatakan siap mengambil tindakan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

“Jadi teman-teman dari media atau lembaga sosial kontrol (LSM) bisa membantu kami dalam praktek-praktek yang diduga menyimpang di lapangan atau meluruskan sesuatu yang sifatnya menyimpang, dengan bukti yang memadai, kami tentunya akan melakukan tindakan, apakah menindak operator atau menindak kendaraan yang melakukan penyimpangan”. Jelasnya.

Lebih lanjut, Fail berharap pemberitaan terkait penyaluran BBM bersubsidi di SPBU Lare-Lare mengedepankan prinsip keberimbangan dengan memberikan kesempatan kepada pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan untuk menyampaikan klarifikasi.

Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara media dan pihak terkait penting untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Pihak SPBU Lare-Lare berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara proporsional melalui klarifikasi dan pemeriksaan berdasarkan fakta di lapangan. Mereka juga meminta agar ruang hak jawab diberikan sesuai ketentuan yang berlaku. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *